Skip to content
Breaking News

Canva Rombak Organisasi, 1.271 Karyawan Kena PHK dan Relokasi

Teknologi 3 minutes read 6 views

Ilustrasi ruang kantor dengan meja kosong, laptop, kardus, dan bentuk-bentuk desain warna-warni
Ilustrasi: ruang kerja perusahaan teknologi yang tengah merombak organisasi.

Canva, platform desain grafis daring asal Australia, merombak besar-besaran struktur organisasinya. Sekitar 1.271 karyawan, atau kira-kira 22 persen dari total tenaga kerja Canva di seluruh dunia, terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun relokasi.

Kabar ini disampaikan langsung oleh CEO Canva, Melanie Perkins, lewat e-mail kepada karyawan pada Rabu (4/11/2026). Perkins menyebut restrukturisasi ini sebagai salah satu momen paling berat dalam 13 tahun perjalanan perusahaan.

Pangkas lapisan manajemen, satukan tim

Menurut Canva, perombakan dilakukan dengan mengurangi lapisan manajemen dan menggabungkan lebih banyak tim supaya bisa bekerja langsung di lokasi yang terpusat. Artinya, dampaknya tidak berhenti pada karyawan yang kehilangan pekerjaan. Sebagian pegawai akan mengalami perubahan peran, sementara yang lain diminta pindah ke pusat operasional yang ditentukan perusahaan.

Dalam pesannya, Perkins mengakui bahwa perubahan ini berarti sebagian orang harus berganti peran atau pindah tempat kerja, dan juga harus berpisah dengan rekan yang ikut membesarkan Canva. Ia menyadari permintaan relokasi bukan perkara mudah, sehingga perusahaan berjanji mendampingi karyawan selama masa transisi.

Meski begitu, Canva tidak membuka rincian berapa karyawan yang terkena PHK dan berapa yang diminta pindah lokasi.

Paket untuk karyawan yang pergi

Bagi karyawan yang harus meninggalkan perusahaan, Canva menyiapkan sejumlah kompensasi. Pesangon yang diberikan minimal setara enam bulan gaji. Karyawan yang selama ini mendapat asuransi kesehatan dari perusahaan tetap dilindungi selama 12 bulan ke depan, di negara-negara yang menyediakan manfaat tersebut.

Canva juga membolehkan mereka membawa pulang laptop kantor. Selain itu, karyawan terdampak bisa mengajukan hibah sebesar 10.000 dollar AS, atau sekitar Rp 181,6 juta, sebagai modal untuk merintis usaha sendiri.

Bagian dari gelombang efisiensi industri software

Langkah Canva muncul di tengah rangkaian perombakan di industri teknologi global. Sebelumnya, perusahaan software Atlassian mengumumkan pengurangan sekitar 1.600 karyawan. Block, induk layanan pembayaran Afterpay, serta perusahaan software WiseTech Global juga memangkas jumlah pekerja.

Banyak perusahaan software berupaya berhemat agar tetap kompetitif ketika teknologi kecerdasan buatan (AI) menawarkan berbagai kemampuan dengan biaya lebih murah. Di saat yang sama, perusahaan teknologi besar kian gencar menanamkan AI ke produk dan layanan mereka.

Situasi ini memunculkan istilah “SaaS-pocalypse”, yakni kekhawatiran bahwa kemajuan AI akan membuat banyak aplikasi software khusus tak lagi dibutuhkan karena fungsinya bisa digantikan AI.

Canva tak sebut AI sebagai pemicu

Kendati demikian, Canva tidak menjadikan AI sebagai alasan langsung atas restrukturisasi ini. Perusahaan juga tidak mengaitkan pemangkasan dan relokasi karyawan dengan pengembangan fitur AI miliknya.

Dalam pengumumannya, Canva menekankan dua hal: struktur organisasi yang lebih ramping dan penyatuan tim di lokasi kerja terpusat. Informasi mengenai restrukturisasi ini dihimpun KompasTekno dari laporan The Guardian.

Ringkasan poin penting

  • Sekitar 1.271 karyawan Canva, setara kira-kira 22 persen tenaga kerja globalnya, terdampak PHK atau relokasi.
  • Pengumuman disampaikan CEO Melanie Perkins melalui e-mail internal pada Rabu (4/11/2026).
  • Restrukturisasi berfokus pada pemangkasan lapisan manajemen dan penyatuan tim di lokasi kerja terpusat.
  • Karyawan yang keluar mendapat pesangon minimal enam bulan gaji, perlindungan asuransi kesehatan 12 bulan di negara tertentu, laptop kantor, serta peluang hibah 10.000 dollar AS untuk memulai usaha.
  • Canva belum merinci pembagian jumlah karyawan yang di-PHK dan yang diminta pindah.

Sumber: Kompas.com

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by