Skip to content
Breaking News

Api Karhutla yang Hanguskan Kuburan Batu Toraja Utara Dipastikan Padam, Pemkab Kaji Penanganan Adat

Nasional 3 minutes read 20 views

Ilustrasi tebing batu berpahat liang makam di samping hutan yang hangus terbakar dengan asap tipis saat senja
Ilustrasi: kuburan batu di tebing dan lahan hutan yang terbakar di dataran tinggi.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menjalar hingga ke kompleks kuburan batu di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dipastikan sudah padam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut api berhasil dikendalikan lebih dari 16 jam setelah pertama kali muncul, meski dampaknya terhadap situs makam leluhur masyarakat Toraja masih menunggu pendataan lebih lanjut.

BNPB: Api Padam, Tujuh Hektare Lahan Terbakar

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 24 Oktober 2026. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang digelar secara daring dari Jakarta, Rabu (28/10/2026), saat menjawab pertanyaan wartawan soal kebakaran yang mengenai area pemakaman batu.

Menurut Berton, total lahan yang terbakar mencapai sekitar tujuh hektare, termasuk area kuburan batu. Dua wilayah yang terdampak adalah Lembang Rangri dan Lembang Ratte. Ia menambahkan, kondisi fisik situs yang terkena api masih memerlukan keterangan lanjutan dari otoritas setempat.

Api Merambat ke Liang di Tebing

Kebakaran itu berawal di kawasan hutan Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara, Kecamatan Baruppu. Laporan sebelumnya menyebut api berkobar sejak Jumat (23/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026), lalu merembet ke liang, yakni makam batu yang dipahat di tebing dan menjadi bagian penting tradisi pemakaman Toraja.

Kepala Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Riantho Yusuf Sangkelo, membenarkan api menjangkau area makam tersebut. Ia menyebut ada belasan hingga puluhan liang terdampak yang tersebar di tiga titik berbeda, dan sejumlah peti jenazah di dalamnya ikut terbakar.

Upaya pemadaman tidak mudah. Akses jalan yang sulit membuat kendaraan pemadam tidak bisa mendekati titik api, sehingga petugas masuk ke lokasi dengan membawa peralatan milik Manggala Agni, termasuk pompa air. Pemadaman melibatkan tim gabungan dari Satpol PP dan Damkarmat, Manggala Agni, Kelompok Pecinta Alam, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Dugaan Pembakaran Masih Diselidiki

Penyebab pasti kebakaran belum dipastikan. Riantho mengatakan informasi awal dari warga menyebut sempat ada orang yang terlihat membakar dan kemudian dikejar, tetapi identitasnya belum diketahui. Kepastian penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Pemkab Kaji Penanganan Berbasis Adat

Pemerintah Kabupaten Toraja Utara kini mengkaji langkah perlindungan bagi situs pemakaman yang terdampak. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Toraja Utara, Mercy Oktavia, menyatakan timnya sudah turun ke lokasi untuk melakukan investigasi, dan penanganan berikutnya akan mengikuti aturan serta mekanisme yang berlaku sambil mempertimbangkan nilai adat masyarakat Toraja.

Camat Baruppu, Petrus Pongtasik, memperkirakan ratusan jenazah ikut terdampak, meski angka pastinya belum bisa dipastikan. Pendataan harus dilakukan hati-hati karena satu liang bisa dipakai oleh beberapa rumpun keluarga, sehingga verifikasi bersama keluarga diperlukan.

Ketua DPRD Toraja Utara, Hermin S Matandung, mendorong sosialisasi pencegahan kebakaran hingga tingkat kelurahan dan lembang, serta koordinasi yang lebih erat antara pemadam kebakaran, BPBD, dan Satpol PP. Mercy juga mengingatkan warga agar lebih waspada selama kemarau. “Jangan sampai hal sepele, seperti membuang puntung rokok, menyebabkan kejadian yang sangat merugikan,” ujarnya.

Siaga Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Di luar Toraja, BNPB tetap menyiagakan personel dan peralatan di sejumlah daerah untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di Sumatera dan Kalimantan. Berton merinci, personel yang disiagakan antara lain 16.387 orang di Kalimantan Tengah, 14.458 orang di Kalimantan Barat, 12.287 orang di Sumatera Selatan, dan 7.927 orang di Kalimantan Selatan. Peralatan pemadaman juga disiapkan melalui BPBD, pemerintah daerah, dan satuan tugas di tingkat kabupaten dan kota.

Sumber: Kompas.com, dengan informasi tambahan dari Kompas.com dan Kompas.com

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by