Skip to content
Breaking News

Kuku Berubah Kuning, Hijau, hingga Ungu? Ini Arti di Baliknya Menurut Dokter

Lifestyle 3 minutes read 4 views

Ilustrasi deretan kuku tangan dengan beragam warna kuning, hijau, putih, dan ungu di latar lembut
Ilustrasi: perubahan warna kuku yang bisa menandakan kondisi kesehatan tertentu.

Kuku kerap hanya diperhatikan sebagai bagian dari penampilan, mulai dari manikur hingga pemilihan warna kuteks. Padahal, perubahan warna kuku yang muncul dengan sendirinya, tanpa pewarna apa pun, bisa memberi petunjuk tentang kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu.

Perubahan ini sering tidak disertai rasa sakit sehingga mudah diabaikan. Dermatolog asal New York, Amerika Serikat, Dr. Dana Stern, menyebut perubahan warna kuku sebagai istilah umum untuk variasi warna yang berbeda dari tampilan kuku normal, dan kondisinya bisa berkaitan dengan beragam masalah kuku. Penjelasan Stern ini dikutip Kompas.com dari Women’s Health.

Kuning dan Cokelat

Kuku kekuningan termasuk perubahan yang cukup sering ditemui. Penyebabnya bisa infeksi jamur, yang kadang disertai warna kecokelatan serta kuku rapuh dan mudah rusak. Pigmen kuteks yang terserap, kebiasaan merokok, dan bertambahnya usia juga dapat membuat kuku tampak kuning.

Warna cokelat bisa muncul setelah benturan, akibat obat tertentu, infeksi bakteri atau jamur, atau noda dari produk seperti krim penggelap kulit dan bahan makanan, misalnya kunyit.

Hitam dan Putih

Kuku yang menghitam umumnya disebabkan darah atau memar setelah terbentur. Kotoran yang terselip di bawah kuku serta tahi lalat jinak di dasar kuku juga bisa menjadi penyebabnya. Pada orang berkulit lebih gelap, garis hitam vertikal di kuku dapat muncul dan tidak selalu berbahaya.

Sementara itu, kuku putih dikenal dengan istilah leukonychia. Salah satu bentuknya berupa bintik putih di lempeng kuku yang banyak dijumpai pada anak-anak. Stern meluruskan anggapan populer bahwa bintik ini tidak berkaitan dengan kekurangan kalsium. Bercak putih juga bisa timbul karena pemakaian kuteks terlalu lama, infeksi jamur, atau kondisi lain yang memengaruhi kuku.

Hijau, Merah, dan Ungu

Kuku kehijauan bisa menandakan infeksi bakteri Pseudomonas aeruginosa, yang gemar berkembang di bagian kuku yang lembap, termasuk area yang terangkat dari dasarnya.

Warna merah di bawah kuku umumnya berkaitan dengan perdarahan atau peradangan. Bentuk setengah lingkaran kemerahan di pangkal kuku bahkan pernah dikaitkan dengan penyakit peradangan seperti rheumatoid arthritis.

Adapun warna ungu bisa berasal dari darah yang sedang dalam proses penyembuhan setelah cedera. Infeksi jamur, suhu dingin, dan rendahnya kadar oksigen dalam darah juga dapat membuat kuku tampak keunguan atau kebiruan.

Cermin Gizi, tapi Bukan Alat Diagnosis

Ahli gizi holistik Jennifer Hanway menjelaskan bahwa kuku memang bisa mencerminkan sebagian status gizi seseorang, namun tidak dapat menunjukkan secara pasti zat gizi apa yang kurang. Kekurangan vitamin B12 kadang memicu pigmentasi kuku, anemia defisiensi besi bisa membuat dasar kuku pucat dan terkadang berkaitan dengan koilonychia atau kuku cekung seperti sendok, sedangkan kekurangan zinc dapat memengaruhi pertumbuhan kuku.

Hanway menegaskan, tidak satu pun perubahan tersebut bisa dijadikan satu-satunya dasar diagnosis. Karena itu, perubahan warna kuku yang tidak biasa sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis kulit.

Cara Menjaga Kuku Tetap Sehat

  • Gunakan base coat sebelum memakai kuteks dan hindari memakainya terlalu lama untuk mencegah bercak putih.
  • Pilih tenaga profesional yang berpengalaman saat melakukan perawatan kuku agar terhindar dari infeksi bakteri.
  • Penuhi kebutuhan protein, karena kuku sebagian besar tersusun dari keratin. Telur, ikan, dan yoghurt Yunani bisa menjadi pilihan, sementara daging merah dan kerang juga menyumbang zat besi serta zinc.
  • Jangan sembarangan minum suplemen seperti biotin. Menurut Hanway, bukti manfaatnya bagi orang yang tidak kekurangan biotin masih terbatas, dan dosis tinggi dapat mengganggu hasil sejumlah tes laboratorium.

Konsultasikan penggunaan suplemen dengan tenaga kesehatan, terutama bila akan menjalani pemeriksaan darah.

Sumber: Kompas.com

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by