Skip to content
Breaking News

Demi Saingi YouTube, Instagram Tawarkan Kreator Bayaran hingga 500.000 Dollar AS untuk Video Panjang

Teknologi 3 minutes read 4 views

Ilustrasi layar ponsel horizontal memutar video panjang dengan koin emas berjatuhan di sekitarnya
Ilustrasi: platform media sosial berebut kreator video panjang.

Instagram tengah berupaya keras merebut pasar video berdurasi panjang yang selama ini dikuasai YouTube. Platform milik Meta itu dilaporkan menawarkan bayaran langsung kepada sejumlah kreator, dengan nilai mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu dollar AS, agar mau mengunggah video panjang ke fitur barunya.

Fitur yang dimaksud bernama Features. Lewat fitur ini, Instagram bisa menampilkan video horizontal atau landscape dengan durasi hingga 90 menit, format yang jauh berbeda dari video vertikal singkat yang selama ini identik dengan Reels.

Tawaran hingga 500.000 Dollar AS

Mengacu pada laporan Business Insider yang dihimpun Kompas.com, besaran tawaran Instagram tidak seragam. Ada kreator yang disodori sekitar 50.000 dollar AS atau kurang lebih Rp 907 juta. Sebagian lain mendapat tawaran enam digit, dengan angka tertinggi disebut mencapai 500.000 dollar AS, setara sekitar Rp 9,07 miliar.

Tawaran itu berupa kesepakatan langsung antara Instagram dan kreator tertentu. Juru bicara Meta membenarkan bahwa perusahaan memang mendanai sejumlah kreator untuk membuat konten di Features, tetapi menolak membuka nilai kesepakatan maupun nama-nama kreator yang terlibat.

Saat ini Features masih dalam tahap uji coba di Brasil. Instagram berencana memperluasnya ke Amerika Serikat secara terbatas.

Tidak Eksklusif, Diminta Tayang di Hari yang Sama

Menariknya, kesepakatan tersebut dilaporkan tidak bersifat eksklusif. Kreator tetap boleh menayangkan video yang sama di YouTube. Menurut seorang sumber yang mengetahui tawaran itu, Instagram justru meminta kreator mengunggah video panjang yang mereka rilis di YouTube ke Instagram pada hari yang sama.

Langkah ini memperlihatkan strategi Instagram yang tidak memaksa kreator meninggalkan YouTube, melainkan menjadikan dirinya sebagai tempat tayang tambahan. Dengan begitu, penonton Instagram bisa langsung menemukan konten panjang tanpa harus berpindah aplikasi.

Persaingan di segmen ini memang tidak mudah. Selama ini Instagram lebih dikenal sebagai rumah video pendek lewat Reels, sementara YouTube sudah lama menjadi tujuan utama warganet untuk menonton video berdurasi panjang, mulai dari ulasan, vlog, hingga tayangan edukasi.

Tantangan Terbesar: Skema Bagi Hasil

Meski menawarkan bayaran besar di depan, Instagram masih punya pekerjaan rumah untuk membuat kreator betah. Salah satu daya tarik utama YouTube adalah YouTube Partner Program, yang memungkinkan kreator memenuhi syarat mendapat bagian dari pendapatan iklan video mereka. Instagram sejauh ini belum memiliki skema pembagian pendapatan iklan video panjang yang setara.

Kepala Instagram Adam Mosseri mengakui persoalan ekonomi ini penting bagi kreator. Dalam unggahannya di X, ia menyebut Instagram sedang menjajaki berbagai opsi agar kreator video panjang bisa memperoleh penghasilan dari platform tersebut.

Bukan Kali Pertama

Strategi membayar kreator bukan hal baru bagi Instagram. Pada 2021, saat masih mengembangkan IGTV, Instagram juga pernah mendanai kreator untuk membuat konten video panjang berbentuk serial. Namun, IGTV akhirnya dihentikan pada 2022.

Meta kembali memakai cara serupa pada 2025, ketika menawarkan bayaran kepada kreator yang mau mengunggah video pendek ke Instagram dan Facebook di tengah ancaman pelarangan TikTok di Amerika Serikat. Kini, dengan Features, Meta mencoba peruntungan di format yang pernah gagal mereka garap, kali ini dengan YouTube sebagai sasaran langsung.

Sumber: Kompas.com, yang menghimpun laporan Business Insider dan Social Media Today.

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by