Skip to content
Breaking News

300 Pengusaha Hangzhou China Incar Investasi Manufaktur hingga E-Commerce di RI

Bisnis 3 minutes read 7 views

Ilustrasi jembatan bisnis antara gedung industri dan jaringan digital dengan warna merah dan biru
Ilustrasi: kerja sama investasi dan transfer teknologi antara pengusaha Hangzhou dan mitra Indonesia.

Sekitar 300 pengusaha asal Hangzhou, China, datang ke Jakarta untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia. Kehadiran mereka bertepatan dengan pengukuhan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia atau Indonesia Hangzhou Chamber of Commerce, yang digelar dalam forum Business Gathering di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Acara yang diprakarsai PT Halimun Reka Mandiri itu mempertemukan pelaku usaha Hangzhou dengan mitra nasional. Fokus kerja sama mencakup manufaktur, perdagangan elektronik atau e-commerce, teknologi industri, properti, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Hangzhou sebagai jembatan teknologi dan industri

Ketua Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia, Ye Daifeng, menekankan bahwa Hangzhou dikenal sebagai pusat inovasi teknologi dan ekonomi digital di China. Menurutnya, kekuatan itu berpotensi bersinergi dengan sumber daya dan pasar Indonesia.

“Kami ingin menghubungkan keunggulan teknologi, industri, dan kewirausahaan Hangzhou dengan potensi sumber daya serta pasar Indonesia. Kepatuhan terhadap hukum Indonesia menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis,” ujar Ye Daifeng.

Pesan kepatuhan hukum itu menjadi penekanan berulang dalam forum. Pengusaha asing yang masuk diharapkan tidak hanya mencari transaksi jangka pendek, tetapi membangun kerja sama yang tahan lama dan sesuai aturan setempat.

Bukan sekadar dagang, tapi transfer teknologi

Ketua Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-China (LIC), Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat, menilai kemitraan dunia usaha sebagai pilar penting dalam memperkuat kemitraan strategis komprehensif kedua negara. Mantan Duta Besar RI untuk China itu berharap kamar dagang baru ini menjadi jembatan sekaligus rumah bersama bagi pengusaha kedua negara.

“Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia diharapkan menjadi jembatan bagi para pengusaha, baik dari China maupun Indonesia, sekaligus menjadi rumah bersama untuk memperluas jaringan bisnis dan mengembangkan kerja sama ekonomi,” tutur Sudrajat.

Ia menambahkan, kerja sama tidak boleh berhenti pada transaksi perdagangan belaka. Yang dibutuhkan adalah investasi produktif, pengembangan industri, transfer teknologi, serta peningkatan daya saing pelaku usaha dalam negeri.

DKI Jakarta minta dampak nyata bagi tenaga kerja dan UMKM

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menekankan agar investasi asing membawa dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, investasi perlu disertai transfer pengetahuan dan teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penciptaan lapangan kerja baru.

Uus juga berharap kolaborasi bisnis ini merangkul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional agar masuk ke dalam rantai pasok industri dan perdagangan internasional. Dengan begitu, manfaat investasi tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga menyebar ke pelaku usaha lokal.

Imigrasi jamin kemudahan, tetap dengan pengawasan

Dari sisi perizinan orang, Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi, Johanes Fanny Satria Cahya Aprianto, memastikan pemerintah berkomitmen memberi kemudahan layanan keimigrasian bagi investor. Namun, kemudahan itu tetap dibarengi pengawasan sesuai ketentuan hukum.

“Tenaga kerja asing yang bekerja secara sah di Indonesia tetap memperoleh perlindungan hak-haknya sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Johanes.

Forum Hangzhou menambah deretan inisiatif bisnis Indonesia-China yang menekankan transfer teknologi dan penyerapan tenaga kerja. Keberhasilan wadah baru ini akan diukur dari investasi konkret yang benar-benar masuk, sekaligus sejauh mana UMKM lokal ikut terangkat dalam rantai pasok.

Ringkasan poin penting

  • Sekitar 300 pengusaha Hangzhou, China, hadir di Jakarta dalam pengukuhan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia pada Kamis (5/11/2026).
  • Fokus kerja sama meliputi manufaktur, e-commerce, teknologi industri, properti, dan pengembangan SDM.
  • Ketua kamar dagang Ye Daifeng menekankan kepatuhan terhadap hukum Indonesia sebagai fondasi bisnis.
  • Pejabat dan tokoh kerja sama Indonesia-China mendorong investasi produktif, transfer teknologi, serta pelibatan UMKM.
  • Ditjen Imigrasi siap mempermudah layanan bagi investor dengan tetap menerapkan pengawasan hukum.

Sumber: Kompas.com

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by