Skip to content
Breaking News

Google Nonaktifkan Fitur AI secara Default pada Akun Pelajar SD hingga SMA

Teknologi 4 minutes read 4 views

Ilustrasi laptop sekolah dengan ikon AI yang dimatikan dan papan tulis digital tanpa wajah manusia
Ilustrasi: Google menonaktifkan fitur AI secara bawaan pada akun pelajar sekolah.

Google akan menonaktifkan sejumlah fitur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bawaan pada akun pelajar tingkat sekolah dasar hingga menengah atas. Perubahan itu diumumkan setelah perusahaan menghadapi kritik karena dinilai mendorong AI ke ruang kelas saat sekolah masih memperdebatkan aturan penggunaannya.

Fitur yang terdampak meliputi Gemini, Gemini Notebook, Gemini di Google Classroom, hingga Google Search dengan fitur AI. Seluruhnya akan berstatus nonaktif bagi akun pelajar sampai administrator sekolah mengaktifkannya secara manual.

Google menyampaikan kepada AFP bahwa kontrol baru itu akan digulirkan secara global, dengan Amerika Serikat sebagai negara pertama. Tanggal pasti peluncuran internasional belum ditetapkan.

Dominasi Google di sekolah dan tekanan kritik

Di Amerika Serikat, ekosistem Google sangat kuat di dunia pendidikan. Gmail, Google Docs, dan Google Classroom dipakai luas di ruang kelas, sementara Chromebook menjadi laptop murah yang paling sering dibagikan sekolah kepada siswa.

Lebih dari 150 juta pelajar di seluruh dunia memakai Google Classroom. Dominasi itu mendorong Senator AS Richard Blumenthal dan Josh Hawley mengirim surat terbuka kepada Google bulan lalu. Mereka mempertanyakan alasan perusahaan menjadikan fitur AI sebagai pengaturan bawaan pada perangkat sekolah.

Kritik juga datang dari Wali Kota New York City, Zohran Mamdani. Di platform X, ia menuding Google memanfaatkan posisi monopolinya untuk mendesak penggunaan AI di sekolah umum.

“Tidak ada perusahaan yang memiliki kekuatan untuk mendikte bagaimana kita mengajar anak-anak kita,” tulis Mamdani.

Search dan AI tak bisa dipisahkan

Kebijakan baru membawa konsekuensi teknis. Google menyatakan sekolah tidak bisa memberi akses Google Search kepada siswa tanpa menyertakan fitur AI di dalamnya.

Chris Phillips, Wakil Presiden Google untuk Pendidikan, menjelaskan kepada The New York Times bahwa pencarian dan AI sudah terintegrasi mendalam. Jika sekolah melarang AI, siswa tidak akan punya akses ke pencarian dan akan melihat pesan dari sekolah bahwa fitur itu tidak tersedia.

Sebelumnya, pada Agustus, Google membuka akses chatbot Gemini di Google Classroom untuk siswa dari berbagai usia. Siswa mendapat panduan awal yang disesuaikan dengan kelas dan tugas, termasuk bantuan belajar, kuis latihan, serta kartu kilat atau flashcards dari materi kursus. Fitur itu aktif otomatis bagi sekolah yang sudah mengaktifkan Gemini.

Sekolah besar sudah mulai membatasi AI

Langkah Google muncul di tengah sikap proaktif sejumlah distrik sekolah besar. Pada September, New York dan Los Angeles mengumumkan rencana membatasi akses alat berbasis AI pada perangkat sekolah.

Juru bicara Distrik Sekolah Bersatu Los Angeles mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya sedang meninjau pengumuman Google dan dampaknya bagi sekolah, pendidik, serta siswa. Distrik itu meyakini AI dapat meningkatkan pengajaran dan pembelajaran jika diperkenalkan hati-hati dengan perlindungan jelas.

Prinsip yang mereka tekankan: teknologi harus mendukung, bukan menggantikan guru, serta wajib melindungi privasi siswa.

Google: sekolah mendapat lebih banyak kontrol

Dalam pernyataan di X pada Selasa (3/11/2026), Google menilai pembaruan kebijakan justru memberi lebih banyak pilihan kepada sekolah. Perusahaan menyebut sekolah telah meminta kontrol karena khawatir siswa memakai AI sebagai jalan pintas mengerjakan tugas.

“Kami tahu ada kekhawatiran tentang siswa yang menggunakan AI untuk jalan pintas pekerjaan rumah, dan pihak sekolah telah memberi tahu kami bahwa mereka menginginkan kontrol,” tulis Google.

Di blog resmi, Google juga memperkenalkan pendekatan Guided Learning yang membimbing siswa memecahkan soal langkah demi langkah, alih-alih langsung memberi jawaban akhir. Detail teknis bagi sekolah dijanjikan dalam beberapa bulan sebelum kebijakan digulirkan penuh.

Bagi orang tua dan sekolah di Indonesia yang memakai Google Classroom atau Chromebook, perkembangan ini relevan untuk diikuti. Kontrol akhirnya ada di tangan administrator: AI bisa dibuka bila dianggap siap, atau tetap ditutup bila sekolah ingin berhati-hati.

Ringkasan poin penting

  • Google menonaktifkan Gemini, Gemini Notebook, Gemini di Classroom, dan Search ber-AI secara bawaan untuk akun pelajar SD–SMA.
  • Administrator sekolah harus mengaktifkan fitur secara manual jika ingin dipakai.
  • Rollout global dimulai dari AS; tanggal internasional belum ditetapkan.
  • Sekolah yang menolak AI juga kehilangan akses Google Search karena keduanya sudah terintegrasi.
  • Google menyebut perubahan ini memberi kontrol lebih besar kepada sekolah terkait kekhawatiran jalan pintas tugas.

Sumber: Kompas.com

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by