Skip to content
Breaking News

Wall Street Anjlok, Nasdaq Masuk Koreksi usai Kekhawatiran Regulasi AI

Ekonomi 3 minutes read 4 views

Ilustrasi layar grafik saham berwarna merah dengan chip semikonduktor dan panah menurun
Ilustrasi: aksi jual di pasar saham teknologi dan semikonduktor.

Wall Street anjlok tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026) waktu Amerika Serikat, setelah investor melepas saham teknologi dan semikonduktor. Kekhawatiran utama mengarah pada kemungkinan aturan lebih ketat terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menyusul kemenangan Demokrat di pemilu sela AS.

Nasdaq Composite turun 5,52 persen ke 24.315, mencatat penurunan harian terdalam dalam 19 bulan sekaligus mengonfirmasi koreksi teknis sekitar 10 persen dari rekor penutupan 6 Oktober. S&P 500 jatuh 4,36 persen ke 7.353,73, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 3,44 persen ke 51.523,06.

Saham Chip dan AI Jadi Motor Penurunan

Aksi jual dipimpin saham chip dan perusahaan yang terkait pembangunan pusat data AI. Indeks semikonduktor Philadelphia anjlok lebih dari 12 persen. Nvidia turun sekitar 9 persen, sementara AMD dan sejumlah nama chip lain ikut tertekan tajam, sebagian bahkan dua digit.

Menurut laporan pasar yang dirangkum IUX24 dan dikonfirmasi Reuters serta media keuangan lainnya, penurunan itu menghapus sekitar 3 triliun dollar AS dari nilai pasar perusahaan-perusahaan di S&P 500. Volume perdagangan juga sangat tinggi, jauh di atas rata-rata 20 sesi sebelumnya, menandakan aksi jual yang luas dan bukan hanya koreksi tipis.

Semua dari 11 sektor di S&P 500 ditutup melemah. Momentum jual ini menghapus lonjakan sehari sebelumnya, ketika pasar sempat menguat usai hasil pemilu sela. Dengan kata lain, reli pascapemilu tidak bertahan lebih dari satu sesi penuh.

Kekhawatiran Regulasi AI Setelah Pemilu Sela

Investor menafsirkan kemenangan Demokrat, termasuk di sejumlah negara bagian yang menolak pembangunan pusat data baru, sebagai sinyal potensi perlambatan ekspansi infrastruktur AI. Kekhawatiran itu memukul saham yang selama ini naik karena narasi belanja AI dan kebutuhan listrik untuk pusat data.

Indikator ketakutan Wall Street, VIX, melonjak tajam dalam satu hari. Di pasar surat utang, imbal hasil Treasury cenderung turun karena dana beralih ke aset yang dianggap lebih aman saat saham teknologi digoyang. Pergerakan itu memperkuat narasi bahwa pelaku pasar sedang mengurangi risiko, bukan hanya merotasi antar-saham.

Minyak Rebound, Emas Bertahan di Atas 4.000 Dollar

Berbeda dengan saham teknologi, harga minyak rebound. Brent naik sekitar 4 persen ke kisaran 98 dollar AS per barel, memulihkan sebagian dari anjlok tajam sehari sebelumnya yang sempat terkait spekulasi geopolitik. Emas bertahan di atas 4.000 dollar AS per ons setelah penguatan dua hari.

Di Asia, pasar bersiap menghadapi tekanan pada sesi Jumat menyusul aksi jual di Wall Street. Sejumlah bursa kawasan, termasuk yang memiliki bobot saham chip tinggi, ikut terpantau melemah di perdagangan awal. Tekanan itu menunjukkan rantai dampak dari selloff AI Amerika Serikat sudah merambat ke sesi Asia-Pasifik.

Apa Artinya untuk Investor

Pelemahan ini menegaskan bahwa tema AI masih menjadi penentu arah pasar global, tetapi kini dihadapkan pada risiko politik dan regulasi, bukan hanya risiko valuasi. Setelah Nasdaq masuk zona koreksi, pelaku pasar akan mencermati apakah aksi jual berlanjut atau hanya rotasi singkat keluar dari saham pertumbuhan.

Untuk sesi berikutnya, fokus tetap pada saham semikonduktor, pernyataan pejabat terpilih terkait pusat data, serta arah harga minyak yang sempat berbalik arah dalam dua hari perdagangan. Tanpa saran investasi, yang jelas dari data sesi Kamis adalah skala koreksi teknologi sudah cukup besar untuk mengubah nada pasar dalam jangka pendek.

Sumber: IUX24; Reuters via Investing.com; The Sydney Morning Herald

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by