Skip to content
Breaking News

Imigrasi Malaysia Gerebek Pasar Raja Bot di Chow Kit, 147 WNI Ikut Terjaring

Sosial 3 minutes read 10 views

Ilustrasi lorong pasar tradisional malam hari dengan lampu sorot dan drone di atas atap
Ilustrasi: razia imigrasi di kawasan pasar Kuala Lumpur.

Ratusan warga negara asing terjaring dalam operasi besar Departemen Imigrasi Malaysia di kawasan Pasar Raja Bot, Chow Kit, Kuala Lumpur, pada Sabtu (31/10/2026). Dari 181 orang yang diamankan karena diduga melanggar aturan keimigrasian, sebagian besar atau 147 orang merupakan warga negara Indonesia.

Kawasan pasar itu selama ini dikenal sebagai salah satu titik berkumpulnya pendatang asing, terutama dari Indonesia. Operasi dimulai sekitar pukul 09.40 waktu setempat dan langsung menyasar area pasar serta bangunan di sekitarnya.

Operasi Gabungan Lintas Instansi

Penggerebekan ini merupakan bagian dari Operasi Mega Terpadu yang digelar otoritas Malaysia. Total 264 personel dari berbagai lembaga dikerahkan, mulai dari Departemen Imigrasi, Dewan Kota Kuala Lumpur (DBKL), Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup, Departemen Pendaftaran Nasional, dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan, hingga Kepolisian Kerajaan Malaysia.

Wakil Direktur Operasi Departemen Imigrasi Malaysia, Datuk Lokman Effendi Ramli, menyebut Pasar Raja Bot masuk dalam daftar 224 kawasan rawan di seluruh Malaysia. Lokasi-lokasi tersebut dipantau karena kerap menjadi tempat berkumpulnya pendatang asing tanpa izin atau PATI.

Selama operasi berlangsung, petugas memeriksa dokumen 512 orang. Hasilnya, 181 orang dibawa untuk pemeriksaan lanjutan.

Rincian Warga Asing yang Ditangkap

Dari 147 WNI yang terjaring, 106 di antaranya adalah laki-laki dan perempuan dewasa, sedangkan 41 lainnya perempuan dan anak-anak. Sisanya berasal dari sejumlah negara Asia Selatan dan negara lain, dengan rincian sebagai berikut:

  • 20 laki-laki asal Bangladesh
  • 5 laki-laki asal Nepal
  • 3 laki-laki asal India
  • 1 laki-laki asal Pakistan
  • 4 orang dewasa dan 1 anak dari negara lain

Secara keseluruhan, mereka yang ditangkap terdiri atas 136 laki-laki dan 45 perempuan dengan rentang usia 10 hingga 55 tahun. Seluruhnya dibawa ke Depot Imigrasi Bukit Jalil. “Mereka dibawa ke Depot Imigrasi Bukit Jalil untuk menjalani pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut,” ujar Lokman dalam konferensi pers di lokasi, sebagaimana dikutip Kompas.com dari Harian Metro.

Sembunyi di Atap hingga Beralasan Beli Ikan

Penggerebekan tidak berjalan tanpa drama. Menurut Lokman, sejumlah warga asing mencoba berbagai cara untuk lolos dari pemeriksaan. Ada yang naik dan bersembunyi di atap bangunan, tetapi posisi mereka terdeteksi oleh pesawat nirawak (drone) yang dikerahkan petugas.

Sebagian lain memilih berargumen saat diminta menunjukkan dokumen. Alasan yang sering muncul antara lain hanya datang untuk membeli ikan, mencari makan, atau sekadar bertemu teman di pasar tersebut.

Petugas juga mendapati beberapa orang yang sebenarnya memegang dokumen perjalanan sah, namun tetap berlari dan bersembunyi karena panik ketika operasi dimulai. Situasi ini menunjukkan betapa razia semacam itu menimbulkan ketakutan di kalangan pekerja migran, termasuk mereka yang dokumennya lengkap.

Pentingnya Dokumen Resmi bagi Pekerja Migran

Peristiwa di Chow Kit kembali menjadi pengingat bagi WNI yang bekerja atau tinggal di Malaysia agar selalu membawa dan memastikan keabsahan paspor serta izin tinggal atau izin kerja. Keberadaan tanpa dokumen resmi membuat pekerja migran rentan ditahan, dideportasi, dan kehilangan perlindungan hukum.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan rinci mengenai langkah lanjutan terhadap 147 WNI yang kini menjalani pemeriksaan di Depot Imigrasi Bukit Jalil. Bagi keluarga yang memiliki kerabat di Kuala Lumpur, perwakilan RI di Malaysia menjadi pihak yang dapat dihubungi untuk menanyakan kondisi dan pendampingan bagi warga yang terjaring.

Sumber: Kompas.com

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by