Skip to content
Breaking News

Piala Asia 2027 Resmi Diundur ke Desember 2027, AFC Tunggu Restu FIFA

Sport 3 minutes read 9 views

Ilustrasi stadion sepak bola kosong saat senja dengan kalender yang halamannya bergeser
Ilustrasi: stadion sepak bola dan kalender turnamen yang bergeser.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memastikan Piala Asia 2027 di Arab Saudi tidak lagi digelar pada awal tahun depan. Turnamen antarnegara terbesar di benua ini digeser hampir setahun, menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.

Keputusan itu diumumkan AFC pada Selasa (3/11/2026). Sebelumnya, Piala Asia 2027 dijadwalkan bergulir pada 7 Januari sampai 5 Februari 2027. Artinya, kalender baru membuat turnamen ini melintasi dua tahun sekaligus, dibuka menjelang akhir 2027 dan berakhir pada pekan ketiga Januari 2028.

Disepakati Bersama Tuan Rumah

AFC menyebut perubahan jadwal diambil setelah pembahasan panjang dengan Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) Piala Asia 2027 dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Dalam pernyataannya, konfederasi menyinggung adanya “keadaan luar biasa” di kawasan yang menimbulkan kerumitan logistik serta gangguan perjalanan.

Menurut AFC, kondisi tersebut membuat turnamen sulit dijalankan sesuai rencana awal, sehingga penundaan dinilai perlu demi kepentingan tim peserta, ofisial, penonton, dan pihak lain yang terlibat. AFC juga menyampaikan apresiasi kepada SAFF dan LOC atas komitmen mereka menyiapkan turnamen.

Meski tanggal baru sudah diumumkan, jadwal ini belum final sepenuhnya. AFC akan mengajukan kalender tersebut kepada FIFA untuk mendapatkan ratifikasi dan persetujuan resmi.

Bayang-bayang Situasi Keamanan

AFC tidak merinci situasi yang dimaksud. Namun, sorotan publik mengarah pada memanasnya konflik di Timur Tengah, terutama antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman.

Kompas.com, mengutip pemberitaan ESPN, mencatat bahwa bulan lalu Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa masih menyatakan persiapan berjalan sesuai rencana. Kekhawatiran kemudian menguat setelah sejumlah lokasi di Arab Saudi dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal dan pesawat nirawak. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh disebut mengalami sedikitnya 20 serangan dalam periode 11 hari, dengan laporan 17 orang meninggal dan lebih dari 300 orang terluka.

Dampaknya sudah terasa di kompetisi klub. Sepekan sebelumnya, satu laga AFC Champions League Elite harus ditunda setelah klub Uni Emirat Arab, Al Wasl, menolak bepergian ke Riyadh.

Posisi Riyadh sangat sentral bagi Piala Asia 2027. Kota itu menampung lima dari delapan stadion turnamen dan dijadwalkan menggelar 30 dari total 51 pertandingan, termasuk partai final di King Fahd Sports City Stadium.

Arab Saudi Tegaskan Tetap Siap

Dari pihak tuan rumah, Ketua LOC Piala Asia 2027 Yasser Al-Misehal memastikan Arab Saudi tetap siap menggelar turnamen. Kepada Kantor Berita Saudi (SPA), seperti dikutip Arriyadiyah, ia menyebut persiapan untuk menyambut tim dan suporter pada Januari sebenarnya sudah rampung sesuai rencana.

Al-Misehal menegaskan pekerjaan panitia akan diteruskan dengan ritme yang sama hingga tanggal baru tiba. “Arab Saudi sepenuhnya siap untuk menjadi tuan rumah Piala Asia AFC,” ujarnya, sebagaimana dikutip Kompas.com.

Langkah Berikutnya

AFC menyatakan akan terus berkoordinasi dengan LOC, federasi anggota peserta, sponsor, serta mitra penyiaran dan komersial untuk menekan dampak pergeseran jadwal.

Untuk sementara, publik sepak bola Asia masih menunggu keputusan FIFA atas usulan jadwal tersebut. Jika disetujui, Piala Asia 2027 akan menjadi edisi yang dibuka pada pengujung tahun dan ditutup pada awal tahun berikutnya.

Sumber: Kompas.com, Kompas.com, dan Kompas.com.

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by