Skip to content
Breaking News

UEFA Segera Tetapkan Penantang Infantino, Pendaftaran Calon Presiden FIFA Ditutup 18 November

Sport 3 minutes read 14 views

Ilustrasi kotak suara di atas meja rapat dengan bola sepak dan lapangan hijau di latar belakang
Ilustrasi: persaingan menuju kursi Presiden FIFA.

Persaingan menuju kursi Presiden FIFA mulai memanas. Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dikabarkan tinggal selangkah lagi menetapkan sosok yang akan diadu dengan Gianni Infantino dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang. Nama kandidat itu disebut bisa diputuskan paling cepat pekan depan.

Waktu UEFA memang tidak banyak. Pendaftaran calon presiden FIFA ditutup pada 18 November, sehingga badan sepak bola Eropa itu bersama sejumlah sekutunya harus bergerak cepat untuk menemukan figur yang dinilai mampu menyaingi Infantino, yang kini mengincar periode keempat.

Pengumuman Sengaja Didekatkan ke Tenggat

Menurut laporan yang dihimpun Kompas.com, begitu kandidat ditentukan, UEFA akan membawa nama tersebut ke komite eksekutifnya. Setelah itu, pencalonan akan dibahas bersama para ketua asosiasi sepak bola anggota melalui pertemuan daring. Sejumlah sumber menyebut pertemuan pembahasan kandidat bisa digelar dalam tujuh hari ke depan.

Menariknya, UEFA disebut mempertimbangkan untuk menunda pengumuman resmi hingga mendekati batas akhir pendaftaran. Strategi ini dimaksudkan untuk memperkecil peluang munculnya apa yang disebut sebagai “taktik kotor” terhadap sang penantang sebelum pemungutan suara.

Nama Arsene Wenger, mantan manajer Arsenal, sempat beredar sebagai figur yang berpotensi menyatukan sepak bola Eropa. Namun, Wenger yang kini menjabat Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA tampaknya tidak masuk dalam pertimbangan serius. Pekan ini ia bahkan terlihat hadir di Piala Dunia U-15 FIFA di Azerbaijan untuk mempromosikan turnamen tersebut.

Butuh 106 Suara, Eropa Saja Tidak Cukup

Jalan sang penantang diperkirakan terjal. Untuk menang, kandidat harus mengumpulkan 106 suara. Dukungan dari Eropa pun belum bisa dipastikan bulat karena pemungutan suara dilakukan secara tertutup. Artinya, penantang juga wajib merebut suara dari konfederasi lain seperti Asia, CONCACAF, dan Afrika.

Tantangan dari Asia sudah terlihat. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim al-Khalifa, telah menyatakan dukungannya agar Infantino kembali memimpin FIFA. Di saat yang sama, Infantino terus mendekati sejumlah negara, di antaranya Latvia, Ceko, dan Azerbaijan, untuk memperkuat basis dukungannya.

Karena peluang menang masih sulit diprediksi, sebagian pihak bahkan melihat opsi lain di luar mengajukan calon. Boikot massal atau abstain dalam pemungutan suara di Rabat dinilai bisa menjadi cara untuk mengisolasi Infantino.

Bayang-bayang Polemik FIFA Forward Enterprise

Manuver UEFA ini berlangsung di tengah sengketa soal skema FIFA Forward Enterprise (FFE). UEFA telah mengajukan permohonan ke empat pengadilan di Amerika Serikat untuk mendapatkan dokumen terkait skema itu. Dokumen tersebut akan dipakai untuk mendukung pengaduan pidana di Swiss atas dugaan salah urus keuangan.

FIFA membantah ada kesalahan yang dilakukan Infantino. Otoritas sepak bola dunia itu justru menuding UEFA melakukan “pelecehan” dan menyebarkan “informasi keliru”. Putusan awal atas perkara tersebut diperkirakan keluar dalam beberapa minggu, meski prosesnya bisa berlanjut bila ada banding.

Selain jalur hukum, UEFA juga mengajukan 42 pertanyaan kepada FIFA mengenai tata kelola organisasi. Pertanyaan itu mencakup skema FFE, penghargaan perdamaian FIFA, hingga pencabutan sanksi terhadap Folarin Balogun di Piala Dunia. Hingga kini, UEFA disebut belum menerima jawaban.

Sorotan dari Washington

Tekanan terhadap Infantino tidak hanya datang dari Eropa. Di Amerika Serikat, Jamie Raskin, anggota senior Partai Demokrat di Komite Kehakiman DPR AS, telah meminta dokumen dan wawancara resmi mengenai hubungan Infantino, FIFA, dan pemerintahan Donald Trump. Penyelidikan itu berpotensi mendapat dorongan baru apabila Demokrat menguasai DPR.

Di internal Eropa sendiri, UEFA dituntut menunjukkan sikap yang konsisten. Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya sudah melontarkan kritik tajam terhadap Infantino dalam pertemuan Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa di Kopenhagen. Dengan tenggat 18 November yang kian dekat, langkah UEFA dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah Infantino benar-benar mendapat lawan dalam pemilihan nanti.

Sumber: Kompas.com

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by