Bursa saham Amerika Serikat ditutup anjlok pada perdagangan Jumat (30/10/2026) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Indeks Nasdaq Composite merosot sekitar 2,9 persen, penurunan harian terdalam sejak Juni, setelah laporan keuangan Intel dan Amazon yang mengecewakan kembali memicu kekhawatiran pasar soal besarnya belanja untuk kecerdasan buatan (AI).
Tekanan jual paling terasa di saham teknologi dan cip. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average juga ikut melemah, dengan S&P 500 sempat turun lebih dari 2 persen dan Dow lebih dari 1 persen menjelang akhir sesi, menurut laporan CNBC dan Yahoo Finance.
Intel Catat Hari Terburuk Sejak 1974
Intel menjadi sorotan utama. Saham produsen cip itu ditutup di level 65,76 dollar AS, ambles sekitar 28,6 persen dalam sehari. CNBC mencatat penurunan ini sebagai yang terburuk bagi Intel sejak 1974.
Pemicunya adalah proyeksi kuartal keempat yang jauh di bawah perkiraan. Intel memperkirakan laba per saham yang disesuaikan sebesar 25 sen dengan pendapatan 15 miliar hingga 16 miliar dollar AS. Padahal, analis yang disurvei LSEG mengharapkan laba 43 sen per saham dan pendapatan 17,1 miliar dollar AS. Perusahaan menyebut pelemahan pasar komputer pribadi (PC) serta penghentian operasi sebuah pabrik di Israel sebagai faktor yang membebani prospeknya.
Kejatuhan Intel ikut menyeret saham cip lain. Selama sesi, saham Advanced Micro Devices (AMD) turun sekitar 10 persen, sementara Nvidia dan Broadcom masing-masing melemah sekitar 4 persen dan 5 persen.
Arus Kas Amazon Kembali Negatif
Amazon juga menambah tekanan. Laba per saham kuartal ketiga tercatat 1,89 dollar AS dengan pendapatan 201,94 miliar dollar AS, sedikit di bawah ekspektasi analis sebesar 1,96 dollar AS per saham dan pendapatan 202,31 miliar dollar AS.
Yang lebih disorot investor adalah arus kas bebas Amazon yang negatif 42,4 miliar dollar AS, kuartal kedua berturut-turut dalam posisi minus. Di saat yang sama, perusahaan mempertahankan rencana belanja modal tahun 2026 sebesar 220 miliar dollar AS, sebagian besar untuk infrastruktur AI. Saham Amazon sempat jatuh hampir 6 persen sebelum pasar dibuka, tetapi memangkas pelemahan dan ditutup turun sekitar 1,4 persen di level 240,35 dollar AS.
Pekan Berat bagi Saham Teknologi
Aksi jual Jumat melanjutkan tekanan sehari sebelumnya, ketika saham Alphabet mencatat penurunan harian terburuk sepanjang sejarahnya dengan anjlok lebih dari 12 persen. Rangkaian laporan keuangan raksasa teknologi pekan ini membuat investor kembali mempertanyakan kapan investasi besar-besaran di AI akan memberikan imbal hasil.
Menurut CNBC, tekanan jual menguat pada sore hari karena investor merealisasikan keuntungan menjelang akhir bulan dan jelang pemilu sela AS pekan depan. Dana investor tampak berpindah dari saham-saham terkait AI ke sektor yang dianggap lebih defensif.
Saham Energi Justru Menguat
Di tengah pelemahan pasar, saham ExxonMobil dan Chevron sempat menyentuh rekor tertinggi. Kedua raksasa minyak itu melaporkan laba kuartalan yang kuat berkat melebarnya margin pengilangan di tengah gangguan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Harga minyak juga kembali naik. Selama sesi, minyak mentah Brent diperdagangkan di sekitar 113 dollar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di kisaran 104 dollar AS per barel, menurut Yahoo Finance. Sementara itu, harga bitcoin turun lebih dari 5 persen setelah kabar peretasan bursa kripto Binance.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati pemilu sela AS, lanjutan musim laporan keuangan, dan data ketenagakerjaan yang dijadwalkan rilis pekan depan.
Sumber: IUX24, CNBC, dan Yahoo Finance
