Skip to content
Breaking News

OpenAI Dikabarkan Akan Beli Chip AI Google, Kurangi Ketergantungan pada Nvidia

Teknologi 3 minutes read 29 views

Ilustrasi chip AI di papan sirkuit dengan deretan server pusat data
Ilustrasi: Chip kecerdasan buatan dan deretan server di pusat data.

OpenAI dikabarkan berencana membeli chip kecerdasan buatan (AI) buatan Google untuk memenuhi kebutuhan daya komputasi yang terus melonjak. Langkah ini akan mempererat hubungan bisnis dua perusahaan yang sebenarnya bersaing ketat di pasar produk AI dan mesin pencari.

Rencana tersebut pertama kali diungkap media teknologi The Information pada Selasa, 27 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat, dengan mengutip seorang sumber yang mengetahui hal itu. Laporan tersebut kemudian dikutip Reuters dan Bloomberg. Hingga kini belum ada rincian mengenai nilai transaksi, jumlah chip, maupun syarat kesepakatan.

OpenAI menolak berkomentar, sementara Google, menurut Reuters, belum memberikan tanggapan. Bloomberg melaporkan kedua perusahaan sama-sama menolak berkomentar dan syarat akhir kesepakatan belum diketahui.

TPU Jadi Alternatif Chip Nvidia

Chip yang dimaksud adalah Tensor Processing Unit (TPU), prosesor rancangan Google yang mulai dikembangkan lebih dari satu dekade lalu. Awalnya, TPU dipakai untuk mempercepat mesin pencari Google, sebelum belakangan terbukti andal untuk menjalankan beban kerja AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, TPU semakin dilirik sebagai alternatif bagi unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia yang masih menguasai pasar chip AI, terutama oleh perusahaan yang mencari opsi lebih murah. Tahun ini, Google mulai menjual TPU secara langsung kepada sejumlah pelanggan, tidak hanya menyewakannya lewat layanan cloud.

Bagi OpenAI, langkah ini menjadi bagian dari upaya menambah kapasitas komputasi dari berbagai sumber. Pengembang ChatGPT itu selama ini termasuk pembeli GPU Nvidia terbesar untuk melatih dan menjalankan model AI-nya. Reuters mencatat, sejak Juni 2025 OpenAI sudah mulai menyewa chip AI milik Google.

OpenAI juga tengah mengembangkan chip sendiri. Pada Juni lalu, perusahaan itu memperkenalkan chip AI kustom pertamanya yang dirancang bersama Broadcom dan berencana menggunakannya mulai akhir tahun ini sebagai bagian dari program chip lintas generasi.

Belanja Infrastruktur AI Kian Besar

Kabar ini muncul di tengah lonjakan belanja infrastruktur AI oleh raksasa teknologi. Menurut Reuters, Amazon, Microsoft, dan Alphabet, induk Google, secara gabungan berencana menggelontorkan hingga 600 miliar dollar AS tahun ini untuk infrastruktur AI. Di sisi lain, investor makin mempertanyakan kapan investasi sebesar itu akan menghasilkan imbal hasil yang berarti.

Permintaan terhadap TPU juga terdorong oleh kesepakatan dengan sejumlah pelanggan, termasuk Anthropic, pesaing OpenAI. Kepala Keuangan Alphabet Anat Ashkenazi sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan memperkirakan baru akan mencatat sebagian kecil pendapatan dari perjanjian penjualan TPU pada akhir tahun ini, sementara sebagian besar baru diakui pada 2027.

Pada hari yang sama, Oracle mengumumkan bahwa TPU akan tersedia melalui infrastruktur cloud miliknya.

“Generasi AI berikutnya akan membutuhkan beragam jenis daya komputasi,” kata eksekutif Google, Amin Vahdat, dalam pernyataan terkait kerja sama tersebut, seperti dikutip Bloomberg.

Pekan lalu, OpenAI juga menyatakan akan menghadirkan model AI tercanggihnya melalui Google Cloud. Sementara itu, Alphabet dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalannya pada Rabu waktu setempat, dengan pelaku pasar menyoroti apakah investasi besar di bidang AI masih mendorong pertumbuhan bisnis cloud-nya.

Sumber: IUX24, Reuters via Investing.com, Bloomberg via Mint

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by