Skip to content
Breaking News

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75–4 Persen, Wall Street Menguat Tiga Hari Beruntun

Ekonomi 3 minutes read 17 views

Ilustrasi gedung bank sentral bergaya klasik di depan grafik candlestick dan garis tren naik berlatar biru gelap
Ilustrasi: gedung bank sentral dan grafik pergerakan pasar saham.

Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), memutuskan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan Rabu (28/10/2026) waktu setempat. Keputusan yang diumumkan Kamis dini hari waktu Indonesia itu disambut positif bursa Wall Street, meski pelaku pasar kini bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.

Suku Bunga Bertahan di 3,75–4 Persen

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan kisaran target federal funds rate di level 3,75 hingga 4 persen. Level itu berlaku sejak The Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase pada September, kenaikan pertama sejak 2023.

Keputusan diambil lewat pemungutan suara 10 berbanding 2. Dua anggota yang berbeda pendapat, Gubernur The Fed Lisa Cook dan Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, sama-sama menginginkan kenaikan suku bunga 0,25 poin persentase pada pertemuan kali ini. Menurut CNBC, ini merupakan dissent pertama Cook sejak bergabung dengan The Fed pada 2022.

Dalam pernyataan resminya, The Fed menegaskan bahwa inflasi “remains elevated” atau masih tinggi. Komite menyatakan perlu mengumpulkan lebih banyak informasi sebelum menentukan sikap kebijakan yang tepat untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen.

Penilaian Ekonomi AS Dinaikkan

The Fed juga memperbarui gambaran ekonominya. Aktivitas ekonomi kini disebut tumbuh dengan laju “kuat”, naik dari istilah “solid” pada pernyataan September. Belanja domestik dinilai tangguh, investasi modal kokoh, dan penambahan lapangan kerja sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja.

CNBC mencatat pelacak GDPNow milik The Fed Atlanta mengarah ke pertumbuhan tahunan 3,4 persen pada kuartal ketiga. Di sisi lain, inflasi telah berada di atas target 2 persen selama lebih dari lima tahun, dan ukuran inflasi favorit The Fed untuk September diperkirakan masih di atas 3 persen.

Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberikan sinyal pasti soal langkah berikutnya. Ia juga mengumumkan perubahan jadwal: pada 2027, satu dari delapan pertemuan FOMC akan dikhususkan untuk membahas strategi kebijakan moneter tanpa pemungutan suara soal suku bunga.

Pemilu Paruh Waktu Jadi Latar

Keputusan ini datang menjelang pemilu paruh waktu AS pada 3 November yang akan menentukan penguasaan Kongres. Menurut IUX24, sikap menahan suku bunga membuat penyesuaian biaya pinjaman tertunda hingga setelah pemilu. CNBC menulis sejumlah pengamat menduga pejabat The Fed enggan menaikkan bunga terlalu dekat dengan hari pemungutan suara, meski independensi politik dianggap prinsip utama bank sentral tersebut.

Wall Street Naik Tiga Hari Beruntun

Bursa saham AS ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 97,53 poin atau 0,19 persen ke 52.475,10. S&P 500 bertambah 0,28 persen ke 7.743,98, sementara Nasdaq Composite naik 0,27 persen ke 26.549,85. Bagi ketiga indeks, ini merupakan kenaikan hari ketiga berturut-turut.

Keputusan The Fed sudah banyak diantisipasi. Sebelum pertemuan, perdagangan kontrak berjangka federal funds menunjukkan peluang hampir 93 persen bahwa suku bunga akan ditahan, menurut alat FedWatch CME yang dikutip CNBC. Selain kebijakan moneter, investor juga mencermati laporan keuangan raksasa teknologi seperti Microsoft dan Alphabet.

Pasar Mulai Hitung Peluang Kenaikan Desember

Meski ditahan kali ini, pasar melihat pintu kenaikan suku bunga belum tertutup. IUX24 melaporkan investor kini memperhitungkan peluang sekitar 80 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC 8–9 Desember. “Nothing from today rules out another 25 bp hike before year-end,” kata Jeff Schulze dari Franklin Templeton Institute kepada CNBC.

Data inflasi berikutnya akan menjadi penentu arah. Perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi dan produk domestik bruto AS yang dinanti dalam waktu dekat.

Sumber: IUX24, IUX24, CNBC, CNBC, Federal Reserve

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by