Bursa saham Amerika Serikat membuka November dengan tekanan pada sektor teknologi. Pada perdagangan Senin (2/11/2026) waktu setempat, indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 berbalik melemah setelah sempat menguat di awal sesi, sementara Dow Jones justru ditutup naik berkat saham-saham sektor tradisional.
Pelemahan ini memperlihatkan kegelisahan investor yang makin besar terhadap keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Aksi jual di saham teknologi AS juga ikut menyeret indeks saham global ke zona merah, seperti dilaporkan IUX24.
Nasdaq Turun Lebih dari 1 Persen
Menurut data penutupan yang dilaporkan CNBC, Nasdaq turun 1,07 persen ke level 25.164,32 dan S&P 500 melemah 0,51 persen ke 7.541,40. Padahal, kedua indeks itu sempat naik masing-masing hingga 1,4 persen dan 1,1 persen pada awal perdagangan.
Dow Jones Industrial Average bergerak berlawanan dan naik 213,67 poin atau 0,41 persen ke 51.983,98. Penguatan Dow ditopang saham-saham yang kerap disebut “ekonomi lama”, seperti Sherwin-Williams yang naik hampir 6 persen dan Home Depot yang naik 3,6 persen. Honeywell, 3M, dan Boeing juga menguat lebih dari 2 persen.
Oracle Tertekan Rencana Penggalangan Dana
Salah satu pemberat utama adalah Oracle. Saham perusahaan perangkat lunak dan komputasi awan itu anjlok sekitar 8,8 persen setelah perusahaan mengungkapkan rencana menghimpun dana 20 miliar dollar AS. Berdasarkan dokumen yang diserahkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), dana itu terdiri dari penjualan saham biasa senilai 10 miliar dollar AS dan surat utang senior 10 miliar dollar AS, yang sebagian besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI dan cloud.
Penerbitan saham baru umumnya memicu kekhawatiran dilusi bagi pemegang saham lama. Rencana ini juga muncul di tengah pertanyaan pasar tentang ketersediaan modal untuk membiayai belanja AI yang terus membesar.
Akuisisi Jumbo Marvell Disambut Dingin
Tekanan juga datang dari Marvell Technology. Saham produsen chip infrastruktur data itu merosot sekitar 12,7 persen setelah perusahaan mengonfirmasi akan mengakuisisi Lumentum, produsen komponen komunikasi optik, lewat transaksi berbasis saham senilai 115 miliar dollar AS. Saham Lumentum sendiri turun sekitar 18,6 persen.
Marvell menilai teknologi optik penting agar data AI dapat mengalir dengan kecepatan tinggi. Namun, menurut ulasan Cboe yang mengutip Barron’s, investor dan analis mempertanyakan waktu transaksi serta potensi dilusi saham. Akuisisi ini juga masih harus melewati proses regulasi yang diperkirakan memakan waktu 14 hingga 20 bulan.
Saham teknologi lain ikut melemah. Intel turun sekitar 8,8 persen, Advanced Micro Devices melemah 4,47 persen, sedangkan Nvidia dan Meta Platforms masing-masing turun sekitar 1 persen. Apple, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar, ditutup turun hampir 2 persen.
Tidak Semua Saham Merah
Di tengah aksi jual, beberapa emiten mencatat lonjakan berkat laporan keuangan yang solid. Saham IDEXX Laboratories melonjak sekitar 20 persen setelah kinerja kuartal III melampaui perkiraan dan perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan 2026. Saham Tempus AI juga naik hampir 12 persen setelah pendapatannya tumbuh 23 persen menjadi 411,5 juta dollar AS.
Pasar Menanti Pemilu Sela dan Bank Sentral
Ke depan, pelaku pasar mencermati sejumlah agenda penting, termasuk keputusan beberapa bank sentral dan pemilu sela Amerika Serikat yang digelar Selasa (3/11/2026). Hasil pemilu itu akan menentukan komposisi Kongres untuk dua tahun terakhir masa pemerintahan Presiden Donald Trump.
Pergerakan Senin menunjukkan investor mulai lebih selektif. Dana terlihat bergeser dari saham teknologi yang valuasinya sudah tinggi ke sektor lain, sambil menunggu kepastian soal imbal hasil dari belanja AI yang sangat besar.
Artikel ini disusun sebagai informasi dan bukan saran investasi.
