Skip to content
Breaking News

Tolak Taruh Nanas di Piza, Chef Italia di Australia Dipecat dan Gagal Jadi Penduduk Tetap

Viral 3 minutes read 6 views

Ilustrasi piza di atas meja kayu dengan irisan nanas di sampingnya
Ilustrasi: piza dan irisan nanas, topping yang memicu perdebatan di dapur restoran.

Perdebatan lama soal boleh tidaknya nanas menjadi topping piza kali ini berujung serius. Seorang chef asal Italia yang bekerja di Brisbane, Australia, kehilangan pekerjaannya setelah berulang kali menolak menyajikan piza bertabur nanas. Kisahnya ramai diperbincangkan setelah lembaga ketenagakerjaan Australia merilis putusan atas gugatan yang ia ajukan.

Menolak Nanas Demi Budaya

Chef tersebut bernama Davide Tamburella. Ia diberhentikan pada Mei lalu dari La Costa, restoran di Brisbane yang kini sudah tidak beroperasi. Pemecatan itu datang kira-kira dua minggu setelah manajemen menggelar pertemuan untuk membahas sejumlah keluhan terhadap perilakunya di dapur.

Salah satu keluhan terbesar menyangkut sebuah acara, ketika Tamburella menolak membuat piza ham dan nanas yang dipesan untuk para tamu. Saat itu ia berpendapat bahwa instruksi atasan tidak wajib dijalankan jika bertentangan dengan budayanya. Bagi Tamburella, sebagai orang Italia, nanas di atas piza adalah bentuk penghinaan terhadap tradisi kuliner negerinya.

Penolakan itu ternyata bukan yang pertama. Menurut catatan putusan, ini adalah kali ketiga dalam empat tahun ia menolak memakai nanas untuk piza. Tamburella bahkan pernah meminta atasannya mencari tahu sendiri betapa pentingnya pantangan tersebut bagi orang Italia.

Gugatan Kandas di Fair Work Commission

Rincian kasus ini terbuka setelah Tamburella menggugat ke Fair Work Commission, badan yang menangani sengketa ketenagakerjaan di Australia. Ia mengklaim pemecatannya tidak adil. Putusan komisi dirilis pada Selasa (3/11/2026), seperti diberitakan BBC dan dikutip Kompas.com.

Hasilnya tidak berpihak kepadanya. Gugatan Tamburella ditolak karena berkas permohonannya terlambat diajukan. Dampaknya pun meluas ke luar urusan dapur: restoran langsung menghentikan proses sponsor visa yang semestinya membuka jalan bagi Tamburella untuk menjadi penduduk tetap Australia sebagai pekerja terampil.

Bukan Sekadar Soal Topping

Meski nanas menjadi bagian paling mencuri perhatian, komisi mencatat bahwa persoalannya lebih luas. Manajemen menyoroti penggunaan bahasa kasar, cara berkomunikasi, hingga rasa frustrasi Tamburella yang terus meningkat di tempat kerja.

Putusan itu juga menyinggung kejadian pada April tahun ini, saat Tamburella mengalami patah tulang di tangan kanan setelah memukul pegangan tangga dari logam. Direktur Pelaksana restoran, Elliot Ingram, menyebut ada cerita yang lebih besar di balik kasus ini daripada sekadar perdebatan topping piza. BBC disebut telah mencoba meminta tanggapan Tamburella.

Ironi di Negeri Penghasil Nanas

Yang membuat kisah ini makin ramai dibicarakan adalah lokasinya. Penolakan terjadi di Negara Bagian Queensland, satu-satunya wilayah penghasil nanas komersial di Australia. Di kawasan Sunshine Coast bahkan berdiri The Big Pineapple, replika nanas setinggi 16 meter berbahan fiberglass yang berstatus warisan sejarah dan kerap menjadi tempat wisatawan berfoto.

Kini Bekerja di Restoran Lain

Lewat profil LinkedIn-nya, Tamburella menggambarkan diri sebagai juru masak yang sepanjang kariernya berfokus menyajikan hidangan istimewa sekaligus mendongkrak kinerja bisnis. Sekitar tiga bulan lalu ia sempat mengunggah surat terbuka untuk sesama chef tentang pentingnya menghargai bahan makanan.

Profil yang sama menunjukkan ia kini bekerja di restoran lain di Brisbane. Menurut penelusuran BBC, menu di tempat kerja barunya itu tidak mencantumkan nanas sama sekali.

Sumber: Kompas.com

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by