Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, kembali menorehkan catatan bersejarah di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Setelah tercatat sebagai warga negara Indonesia (WNI) pertama yang bermain di Liga Champions, pemain Lille itu kini menjadi WNI pertama yang dinobatkan sebagai Man of The Match (MOTM) di ajang tersebut.
Penghargaan itu ia dapat seusai laga Lille melawan Bodo/Glimt di Stadion Aspmyra, Norwegia, Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Pertandingan berakhir tanpa gol, 0-0.
Tembok di Sisi Kiri Pertahanan Lille
Meski Lille gagal mencetak gol, Verdonk tampil kokoh sebagai bek kiri. Dalam laga ini ia dipercaya bermain sejak menit awal menggantikan Romain Perraud yang biasa mengisi posisi tersebut.
Data statistik Fotmob yang dikutip Kompas.com mencatat Verdonk sebagai pemain dengan kontribusi bertahan terbanyak di lapangan, yakni delapan kali. Fotmob memberinya rating 7,8, tertinggi kedua di pertandingan itu setelah Berke Ozer yang mendapat nilai 8.
Tak hanya bertahan, mantan pemain NEC Nijmegen tersebut juga beberapa kali membantu serangan. Ia cukup rajin naik ke depan dengan akurasi umpan yang terbilang tinggi.
Satu Poin yang Belum Memuaskan
Di balik penghargaan pribadi, Verdonk mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil timnya. Lille datang ke Norwegia dengan target meraih kemenangan.
“Ya, kita butuh tiga poin. Sayangnya, kita imbang. Jadi, tidak benar-benar puas,” ujar Verdonk seusai laga, seperti dikutip Kompas.com.
Meski begitu, hasil imbang tersebut tetap punya arti bagi Lille. Poin itu menjadi poin pertama klub asal Perancis tersebut setelah menjalani empat pertandingan di fase liga Liga Champions musim ini.
Trofi Akan Dipajang di Kamar
Verdonk tidak menyembunyikan rasa bangganya terpilih sebagai pemain terbaik laga di kompetisi yang ia sebut sebagai panggung terbesar sepak bola. Ia bahkan sudah menyiapkan tempat khusus untuk trofi tersebut.
Menurut pengakuannya, trofi MOTM itu akan diletakkan di kamar tidurnya, tepat di samping televisi, agar bisa terus ia lihat setiap hari.
Pencapaian ini menambah daftar momen membanggakan bagi sepak bola Indonesia di level Eropa. Sebelumnya, kehadiran Verdonk di Liga Champions sudah mencatatkan namanya sebagai pemain berstatus WNI pertama yang merasakan kompetisi tersebut.
Menit Bermain Terus Bertambah
Laga di markas Bodo/Glimt menjadi penampilan ketiga Verdonk di Liga Champions musim ini. Secara total, ia telah mengoleksi 192 menit bermain dari tiga pertandingan.
Dua laga terakhir bahkan ia lalui dengan bermain penuh selama 90 menit, termasuk saat Lille menjamu Galatasaray di Stade Pierre-Mauroy pada 21 Oktober 2026. Tren ini menunjukkan kepercayaan pelatih kepada Verdonk semakin besar.
Penilaian Media Perancis
Penampilan Verdonk juga mendapat sorotan dari media lokal Perancis, Le Petit Lillois. Media tersebut menilai Verdonk tampil solid, baik saat bertahan maupun ketika membantu serangan.
Le Petit Lillois mencatat Verdonk kerap mencoba maju ke depan, meski tingkat keberhasilannya bervariasi. Media itu memberinya nilai enam untuk keseluruhan penampilannya.
Perbedaan penilaian antara data statistik dan media lokal memang lazim terjadi. Namun, gelar MOTM tetap menjadi pengakuan resmi atas kontribusi Verdonk di laga tersebut.
Bagi pendukung Timnas Indonesia, performa stabil Verdonk di level klub tertinggi Eropa menjadi kabar baik. Pengalaman menghadapi lawan-lawan kuat di Liga Champions diharapkan ikut terbawa saat ia kembali membela skuad Garuda.
Sumber: Kompas.com
