Skip to content
Breaking News

Kimi Antonelli Juara Dunia F1 2026 di Usia 20 Tahun, Ini Deretan Rekor yang Dipecahkannya

Sport 3 minutes read 9 views

Ilustrasi mobil balap Formula 1 berwarna perak melaju di lintasan sirkuit dengan konfeti dan lampu stadion
Ilustrasi: mobil Formula 1 melintasi garis finis dalam perayaan gelar juara dunia.

Andrea Kimi Antonelli resmi mengunci gelar juara dunia Formula 1 2026. Pebalap Mercedes asal Italia itu memastikan titel setelah finis di posisi ketiga pada GP Meksiko di Sirkuit Hermanos Rodriguez, Mexico City, Minggu (1/11/2026) waktu setempat atau Senin (2/11/2026) WIB. Gelar ini sekaligus menjadikannya juara dunia termuda dalam sejarah F1.

Pada balapan penentu tersebut, Antonelli tidak perlu menang. Ia cukup menyentuh garis finis di belakang Max Verstappen dari Red Bull dan Lewis Hamilton yang kini membela Ferrari. Hasil itu sudah cukup untuk membuat pesaingnya tak bisa lagi mengejar di klasemen.

Juara Dunia di Usia 20 Tahun

Saat gelar dipastikan, usia Antonelli baru 20 tahun 68 hari. Catatan itu membuatnya menjadi pebalap termuda yang pernah dinobatkan sebagai juara dunia Formula 1.

Seusai balapan, Antonelli menyampaikan rasa terima kasih kepada tim dan orang-orang terdekatnya. “Saya berhasil melakukannya, dan saya tidak akan berada di sini tanpa Mercedes dan keluarga saya,” ujarnya, seperti dikutip Kompas.com.

Mengakhiri Penantian Panjang Italia

Gelar ini juga punya arti besar bagi Italia. Antonelli menjadi pebalap Italia ketiga yang menjuarai Formula 1. Dua pendahulunya adalah Giuseppe Farina, yang juara bersama Alfa Romeo pada 1950, dan Alberto Ascari pada 1952. Artinya, Italia harus menunggu lebih dari tujuh dekade untuk kembali punya juara dunia F1.

Antonelli bahkan melewati salah satu catatan Ascari. Pada musim 1952, Ascari memenangi enam balapan. Antonelli melampauinya saat menang di GP Italia 2026, kemenangan ketujuhnya musim ini. Rekor kemenangan semusim milik pebalap Italia yang bertahan sejak 1952 pun berpindah tangan.

Sembilan Kemenangan di Musim Juara Pertama

Hingga titel dipastikan, Antonelli sudah mengoleksi sembilan kemenangan sepanjang 2026. Jumlah itu tergolong luar biasa untuk pebalap yang baru merebut gelar pertamanya.

Sebagai pembanding, Kompas.com mencatat enam pebalap lain hanya mengantongi empat kemenangan pada musim ketika mereka meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya, termasuk Lewis Hamilton, Lando Norris, dan Graham Hill. Dengan sembilan kemenangan, Antonelli unggul lima kemenangan dari catatan tersebut.

Juara di Musim Kedua

Rekor lain yang diukir Antonelli adalah menjadi juara dunia pada musim keduanya di Formula 1. Pebalap terakhir yang melakukannya sebelum dia adalah Lewis Hamilton pada 2008. Sebelumnya, Jacques Villeneuve (1997) dan Juan Manuel Fangio (1951) juga merebut gelar di musim kedua karier mereka di ajang jet darat tersebut.

Lompatan Enam Peringkat dari Musim Debut

Perkembangan Antonelli dari tahun pertama ke tahun kedua juga mencolok. Pada musim debutnya di 2025, ia menutup klasemen di posisi ketujuh. Setahun kemudian, ia melompat enam peringkat hingga ke puncak.

Lompatan tersebut menempatkannya sejajar dengan Jody Scheckter, juara dunia 1979, dan Graham Hill, juara dunia 1968, sebagai pebalap dengan kenaikan peringkat terbesar menuju gelar juara dunia.

Meski begitu, rekor lompatan tertinggi tetap milik Jenson Button. Pada 2008, Button hanya finis di urutan ke-18 klasemen bersama Honda. Semusim kemudian, bersama Brawn GP, ia menjadi juara dunia 2009, melompat 17 peringkat dan meraih satu-satunya gelar F1 dalam kariernya.

Era Baru di Mercedes

Dengan usia yang masih sangat muda, Antonelli kini menyandang status yang selama ini identik dengan nama-nama besar F1. Deretan rekor yang ia ukir dalam satu musim menunjukkan betapa cepat adaptasinya di level tertinggi balap mobil dunia, sekaligus membuka peluang bagi Mercedes untuk membangun era baru di sekitar pebalap mudanya.

Sumber: Kompas.com

Share
Avatar of Muhammad Saputra
Written by