Banyak orang mengandalkan suplemen untuk menutup kekurangan gizi yang tidak terpenuhi dari menu harian. Pilihannya pun beragam, mulai dari vitamin C, vitamin D, kalsium, zat besi, hingga produk herbal. Tidak sedikit pula yang menenggak beberapa jenis sekaligus dengan anggapan manfaatnya akan berlipat.
Kenyataannya tidak selalu begitu. Mengonsumsi banyak suplemen dalam waktu bersamaan justru bisa menimbulkan masalah baru bagi tubuh. Kompas.com merangkum penjelasan sejumlah ahli gizi yang dikutip dari EatingWell tentang risiko kebiasaan ini.
Beban Tambahan bagi Hati
Hati bertugas memproses berbagai zat yang masuk ke tubuh, termasuk vitamin. Jika suplemen dikonsumsi melebihi dosis, zat tertentu bisa menumpuk dan mengganggu kerja organ ini.
Ahli gizi Erin Person, M.S., RD, menyoroti vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin jenis ini tersimpan di hati, sehingga konsumsi berlebihan dalam jangka waktu tertentu, misalnya vitamin A, dapat memicu gangguan hati yang serius.
Selain vitamin A, suplemen herbal tertentu dan vitamin B3 dosis tinggi juga berpotensi merusak hati. Kelompok yang paling perlu waspada adalah orang yang sudah memiliki gangguan hati atau terbiasa minum suplemen di atas takaran yang dianjurkan.
Risiko Batu Ginjal dari Vitamin C Dosis Tinggi
Vitamin C kerap dianggap aman diminum dalam jumlah banyak. Padahal, menurut ahli gizi Melanie Betz, M.S., RD, CSR, FNKF, FAND, vitamin C dosis tinggi dapat menaikkan kadar oksalat dalam urine. Oksalat merupakan zat yang berperan dalam pembentukan batu ginjal.
Betz menjelaskan, vitamin C juga bisa memicu hati memproduksi lebih banyak oksalat, sehingga kadarnya di urine naik signifikan dan risiko batu ginjal ikut meningkat. Hal ini terutama perlu diperhatikan oleh mereka yang rentan atau pernah mengalami batu ginjal.
Bisa Berbenturan dengan Obat
Suplemen tidak selalu “akur” dengan obat-obatan. Interaksi keduanya dapat membuat obat kurang efektif atau malah meningkatkan risiko efek samping. Sebagian kandungan suplemen juga bisa memengaruhi cara tubuh menyerap obat, sehingga waktu minumnya perlu diatur, terutama bagi orang yang menjalani pengobatan rutin.
Contoh yang sering luput adalah minyak ikan dan suplemen bawang putih. Keduanya berpotensi meningkatkan risiko perdarahan bila dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah. Karena itu, siapa pun yang sedang berobat sebaiknya menanyakan keamanan suplemen kepada dokter atau apoteker lebih dulu.
Nutrisi Saling Berebut Diserap
Menggabungkan banyak suplemen juga bisa mengganggu penyerapan zat gizi. Menurut Person, sejumlah nutrisi saling bersaing ketika diserap tubuh. “Mengonsumsi terlalu banyak suplemen secara bersamaan dapat mengganggu penyerapan zat gizi tertentu di dalam tubuh,” katanya.
Contohnya kalsium dan zat besi. Keduanya memakai jalur penyerapan yang sama, sehingga kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi. Kedua suplemen ini sebaiknya diminum pada waktu berbeda sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Waspadai Zinc Jangka Panjang
Ahli gizi Julie Stefanski, M.Ed., RDN, mengingatkan bahwa banyak orang rutin minum zinc karena yakin mineral ini memperkuat daya tahan tubuh. Namun, konsumsi zinc dosis tinggi secara terus-menerus justru dapat mengacaukan keseimbangan zat gizi mikro lain.
Asupan zinc berlebih dalam jangka panjang bisa menghambat penyerapan tembaga. Bila dibiarkan, kekurangan tembaga berisiko memicu anemia dan gangguan saraf.
Pelengkap, Bukan Pengganti
Pada dasarnya, suplemen hanya berfungsi melengkapi kebutuhan gizi, bukan menggantikan pola makan sehat dan seimbang. Jika merasa perlu suplemen, langkah paling aman adalah berkonsultasi dengan dokter, ahli gizi, atau apoteker untuk menentukan jenis dan dosis yang tepat.
Sumber: Kompas.com
